Showing posts with label coretan. Show all posts
Showing posts with label coretan. Show all posts
Saturday, April 25, 2015
Utopia Musim Semi
Musim kini telah berganti
Tanpa mengucapkan selamat tinggal
Angin kini pergi ke timur
Tanpa menyapa daun - daun kering yang telah gugur
Aku duduk terdiam di rerumputan yang gersang
Menikmati langit yang abu
Jika nanti hujan, maka hujanlah
Jika nanti terang, maka teranglah
Lirih ranting pohon poni mendekap telingaku
Bau daun pohon mint semerbak merasuk hidungku
Aku..
Aku tersenyum simpul
Di balik pikiran yang linglung
Sambil mereka reka, apakah ini sebatas angan?
Ah, rumit
Aku mengigau
Sambil lanjut memandangi langit...
Thursday, December 4, 2014
Pergi, kelabu
Langit, mengapa kelabu itu tak pernah pergi
Ia membuatku ingat akan ilalang yang dijauhi oleh rumput –
rumput hijau
Sendiri, melawan desir angin yang tak punya hati
Tetap berdiri tegak walau tak pernah terlihat sang matahari
Langit, apakah aku yang harus pergi
Jauh jauh jauh, hingga tak kulihat kelabu itu
Atau saat ilalang berada di ladangnya
Saat ia kini memiliki teman
Dan tidak pernah merasa sendiri lagi
Saat air yang mengalir di tanah yang termakan kemarau
Terlihat lebih jernih
Saat daun yang digugurkan pohonnya
Jatuh tanpa rasa sakit
Langit, maaf. Aku membenci kelabu-mu
Saturday, May 17, 2014
My Dream Holiday Destinations
Kebun Teh
Ada beberapa film Indonesia yang menjadikan kebun teh sebagai latarnya, sebut saja Petualangan Sherina dan Heart. Kebun teh bukan sekedar kumpulan daun - daun teh yang berjajar rapi. Hal yang juga menarik adalah pekerja - pekerja teh yang sedang memetik daun teh dan kabut yang biasanya menghiasi tempat ini. Sejak lama aku ingin ke kebun teh. Rasanya tenang sekali jika berada di sana.
Kebun Bunga Matahari
Kalau pernah nonton serial Hamtaro dari jepang pasti menyadari bahwa kebun bunga matahari yang digambarkan disana benar - benar sebuah tempat impian. Damai dan indah. Kita bisa duduk di bawah pohon besar yang ada di atas bukit dan memandang hamparan kemilau bunga matahari yang sayup - sayup ditiup angin sambil memandang langit biru. Aaaaaaah bahagianya.
Pegunungan Es di New Zealand
New Zealand adalah tempat yang hampir sempurna menurutku, masih alami, sungainya jernih, banyak pepohonan dan diberikan anugerah pegunungan es yang indah. Pemandangannya bak lukisan. Akan sangat menyenangkan bisa berada di New Zealand. Menghirup udara segar yang belum terkontaminasi polusi.
Desa Edensor di Russia
Salahkan Andrea Hirata karena berkat novelnya yang berjudul Edensor, aku ingin sekali pergi ke Rusia. Penggambarannya tentang Rusia yang benar - benar menarik hati yang membaca. Deretan pepohonan yang daunnya masih diselimuti salju, rumah - rumah letaknya tidak terlalu berdekatan dan bau pohon-pohon mint yang harum.
Jalanan di Amerika
Ini sepertinya karena aku sudah bosan melihat jalan - jalan di Indonesia yang penuh sesak kendaraan dan samping kiri - kanannya pertokoan. Walaupun, jalan - jalan di Amerika katanya berbahaya, tapi suatu saat aku ingin merasakan berkendara di sana. Melihat pemandangan peternakan di kiri - kanannya, jalanannya sepi dan di depan, kita dapat melihat langit dengan jelas.Mungkin di Indonesia masih ada jalanan yang seperti ini di desa-desa, tapi kemungkinan besar jalannya tidak menggunakan aspal yang bagus sehingga rusak dan berlubang.
Pic source : google.com
Wednesday, May 8, 2013
Sebuah renungan : kebahagiaan
Apa makna kebahagiaan bagimu?
Pertanyaan sederhana tapi sulit untuk dijawab.
Kata orang, bahagia itu pilihan.
Kata orang, kita bisa menemukan kebahagiaan bahkan di tempat
tergelap sekalipun.
Kata orang, bahagia itu sederhana.
Semakin kita bertanya pada diri sendiri dan mencari – cari jawaban
tentang kebahagiaan, semakin dibuat mengerti kita akan makna kehidupan lebih
dalam.
Banyak orang bahagia karna harta,
Ada yang berlimpah harta namun tak bahagia,
Ada pula yang serba kekurangan namun tetap bahagia,
Mungkin sudah banyak yang sadar, salah satu resep
kebahagiaan itu adalah bersyukur.
Monday, May 6, 2013
Ingatan
Aku ingat, langit merah senja yang mengantarku pulang
Aku ingat, pohon yang melambaikan daunnya hangat
Aku ingat, angin yang memelukku lembut
Aku ingat, aku ingat..
Jalan setapak berbatu yang kulalui
Terjal tetapi ingin sekali didaki
Mendekapku erat
Membantu langkahku yang pelan
Sungguh ramah
Walau tak mungkin dapat kembali
Saat mendung hanya singgah sebentar
Dan wangi hujan masih ingin ku cium
Ada yang tetap sama
Cahaya yang kudamba
Diah, 6 mei 2013
Diah, 6 mei 2013
Wednesday, May 1, 2013
1 mei 2013
Entahlah, rasanya ingin menulis tentang hari ini dan hidup yang semakin begini. Pagi tadi aku terbangun seperti biasa, kuliah seperti biasa. nothing's special.
Ketika sudah sampai di kos, tidak ada satupun hal yang harus kulakukan. Kupikir seharusnya aku istirahat (karena rada pusing kebanyakan tidur kemaren hehehe) tapi, setelah rebah beberapa menit, aku mulai berfikir, di saat aku tertidur, mungkin orang lain sedang bekerja keras mewujudkan ambisi mereka. Ya ampun, aku harus bagaimana..
Akhirnya, aku putuskan untuk pergi ke mini market, namanya mirota. Sebenarnya tidak terlalu urgent aku harus pergi kesana, aku hanya berfikir harus melakukan sesuatu daripada santai di atas kasur. fiuh, bayangkan, hidup membuat kita seperti ini setiap hari. Dengan berjalan kaki cukup jauh menerjang terik matahari yang saat itu sedang sangat menyengat, aku berjuang untuk sampai ke mirota. sendirian..cukup bodoh sebenarnya
Sunday, December 23, 2012
Merindukan Pagi
Hari ini, aku terbangun di pagi yang sama, namun, aku
percaya, suatu hari langit akan lebih biru dari biasanya dan udara yang kuhirup
akan terasa lebih segar . Ah, setiap pagi pikiranku penuh dengan hal – hal baik
yang akan terjadi, keajaiban – keajaiban yang akan datang. Harapan, ia yang
membuatku merasa beruntung, ia yang selalu menemani dan tak segan menguatkan.
Mungkin aku hanya gadis biasa, namun mungkin juga tidak. Kau
mengerti? Maksudku, terkadang aku merasa hebat untuk bertahan di lautan
kehidupan yang penuh dengan segala tipu dayanya dan terus berjalan walau
terkadang harus terseok. Hidup bagiku adalah belajar dan kebahagiaan adalah
segalanya, yaaa, segalanya.
Aku tak pernah bosan menunggu datangnya pagi. Menunggu,
sampai kudapati sang surya telah kembali. Telah lama rasanya hingga membuatku
merasa rindu, sungguh rindu..
Saturday, September 8, 2012
Teman...
Aku akan flashback ke beberapa tahun lalu, ketika pertama
kali bertemu dengan teman teman terbaikku di sekolah yang memberikan kenangan
yang tak akan pernah kulupa seumur hidupku, sma negeri 3 denpasar…
Perkenalkan, sintya, astri dan nila..
Mereka adalah teman yang selalu satu kelompok denganku jika
ada tugas kelompok, saat kelas x tempat duduk kita berdekatan, teman yang
selalu menjadi tempatku menghabiskan waktu saat di kelas ataupun di luar, teman
yang setahun menjadi teman terdekatku
Selain mereka ada pula teman teman sekelas yang lain yang
membantuku melewati masa awal pertama menjadi seorang siswi SMA dengan cara
yang berkesan dan menyenangkan
Lalu Gita..
Kami dekat sejak mengikuti kegiatan optimasi ekonomi,
bersama Sintya tentu juga, lab bahasa trisma adalah tempat yang menyimpan
banyak memori tentang tawa dan canda, kerja keras, persahabatan, dan lainnya..
Mungkin sudah berlalu bertahun tahun yang lalu, tapi aku
masih mengingatnya dengan jelas, ruangan yang cukup luas tempat belajar
sekaligus menjadi tempat melewatkan waktu hingga sore hari
Dan ketika beranjak ke kelas XI…
Aku dan sintya memilih untuk berada di kelas ips, walau
terpisah IPA-IPS tapi persahabatanku dan sintya dengan gita tak pernah lepas,
saat waktu sekolah usai, kami sering berkumpul di rumah sintya untuk sekedar
bercerita
Mereka yang mendukungku, menyemangatiku, menggodokku..
Oh ya, selain gita dan sintya ada pula ruth, yuli, ayu nur,
dimar, ratih, saras, arik, diah indra, april, nadi, dan lainnya yang membuat
masa 3 tahun di trisma menjadi berwarna
Ruth yang selalu peduli, yuli yang pekerja keras, ayu nur
yang selalu berbicara masa depan, ratih yang terlihat seperti anak kecil tapi
dewasa, arik yang unik, dimar yang on time, saras yang ceria, diah indra yang
dewasa, nadi yang sering diendahin
dan yang lain yang belum kusebutkan
Mungkin tulisan ini hanya sepenggal dari cerita tentang
persahabatan kami, banyak hal yang tak bisa dengan mudah kujelaskan, tapi
selalu kurasakan, kerinduan akan kenangan manis yang tak akan pernah terulang
kembali…
Terimakasih, teman teman x3, teman teman social 33, teman
teman PMR, teman teman optimasi dan FST J
Tuesday, July 17, 2012
Yang aneh, yang menarik
Bekerja di rental film adalah
sebuah pengalaman yang tak terlupakan, setiap hari bertemu dengan kaset-kaset
dan cover-cover film, menonton film baru lalu mengupdatenya di internet,
menyenangkan J
Tak jarang aku menemukan film
dengan synopsis ataupun judul yang aneh, lucu dan menarik, salah satunya film
yang mengangkat tema tentang pocong, beberapa film dapat aku kategorikan
berjudul aneh dan gak masuk akal,
mungkin inilah salah satu cara untuk menarik penonton, tidak dipungkiri, judul
film memberikan ketertarikan pada para penyuka film, nah berbekal dengan
ketertarikan inilah, aku mengambil beberapa cover film pocong dengan judul yang
aneh, lalu “jepreet”, di sela-sela waktu kerja aku mengambil gambar cover film
pocong dengan judul yang aneh itu hihihihi
Ini ini hasil jepretannya :D
Apa saja film tersebut? *jeng jeng*
1.
Bukan
pocong biasa
Lupakan grup
penyanyi bukan bintang biasa, kini hadir bukan pocong biasa hihi, dengan cover
yang mengadirkan 3 pocong, salah satu pocong memakai topi merah dengan gaya trendy, sedangkan yang
lainnya tampak kaget melihat laki laki yang tengah disko sambil memegang radio,
film ini dapat dikategorikan film dengan judul dan cover yang aneh!
2.
Pocong
kesetanan
Entah apa yang
dipikirkan si pembuat film saat memberikan judul pada film ini, bukankah pocong
itu setan? Nah pocong kesetanan maksudnya apa ya kira kira? wkwkwk
1. Poconggg juga pocong
Poconggg juga
pocong atau beken disebut pjp adalah film yang diangkat dari buku yang cukup
laris dengan judul yang sama, walau mengangkat tema pocong tapi pjp tidak bisa
disebut film horror, mmm lebih ke komedi sebenarnya,
Aku ingat pernah
ada salah satu member yang ingin menyewa film ini tapi ngga jadi sambil berkomentar “poconggg
juga pocong? Aah gak mau nonton ah, sereeem”. Dengan sedikit kaget aku
bergumam dalam hati “apanya yang sereem
–“ covernya aja pocong lagi duduk di atas genteng sambil liatin bulan ditemenin
kucing wkwkw”
2. Ada apa dengan pocong?
Jika diucapkan dengan nada kaget, judul film
ini akan terdengar alay, iya kan? hihi
1. Kepergok pocong
Okelah dari segi
judul ngga seaneh film-film yang
sudah kita bahas sebelumnya, tp dari cover hmm cukup mampu membuat kita
cekikikan, perhatikan saja kuntilanak yang bersender di bahu pocong layaknya
mereka lagi pacaran dan yang lebih aneh di bagian bawah covernya ada kalimat
“dimana ada pocong, disitu ada kuntilanak”. Gubraak!
2.
Pocong
ngesot
Mungkin kita sudah
familiar dengan suster ngesot, tapi pocong ngesot? Wkwk, terdengar agak aneh
dan ngga cocok, secara dari jaman dulu pocong itu lompat-lompat bukannya
ngesot, ide yang cukup ngaco tapi hmm lumayan menarik juga sih hehehe
IF I COULD RETURN BACK THE TIME
Mungkin banyak orang yang
bermimpi bisa punya mesin waktu, mengulang kembali masa - masa indah dan memperbaiki kesalahan
di masa lalu,
Tapi bayangkan jika setiap orang
mempunyai kemampuan mengatur waktu, mempercepat, memperlambat,
memundurkan..bukankah tidak baik?
Akupun pernah ingin kembali ke
waktu dimana semuanya terasa menyenangkan, tapi semakin dewasa, semakin aku
menyadari bahwa masa depan telah menunggu, apa yang akan ada di masa depan
ditentukan oleh apa yang kita lakukan sekarang, untuk apa tetap terpaku pada
masa lalu, mengkhayalkan hal hal indah yang tak kan pernah terulang,
menyesalkan kesalahan kesalahan yang pernah diperbuat,
hei! Jangan pernah melihat ke
belakang, jalani hidupmu, berusahalah hari ini untuk kebahagiaan di hari esok
bersemangatlah! ^^
Wednesday, June 13, 2012
Kita
Kita membisu dalam desir angin
Kita tak saling bicara
Kita hanyut dalam kisah masa lalu
Aku teringat
Kau yang mengingatkan
Aku menemukan
Kau yang menyembunyikan
Kita ini apa?
Kita sama sama tidak tahu
Kita sama sama tidak mengerti
Tapi kita..
Kita saling menggandeng
Kau di sampingku, aku di sampingmu
Kita..
Kita saling mengucapkan rindu
Kita..
Aku dan kamu
-diah-
1 juni 2012
Saturday, January 28, 2012
Menahan Godaan Pra UN
Suatu siang yang cerah dengan kondisi yang lelah setelah pulang sekolah, aku berniat untuk tidur siang seperti biasanya, beberapa menit membaringkan tubuh di atas kasur, aku berfikir dan merenung, saat itu apa yang terlintas di pikiranku? Ya! Ujian Nasional. Aku pun teranjak bangun, segera mengambil laptop dan mulai mengerjakan soal soal matematika yang sudah aku download dr internet, sebelumnya, aku sempat membuat kata kata penyemangat panjang lebar dengan banyak tanda seru di desktop laptop kecil kesayanganku itu wkwkwk
Baru mengerjakan beberapa soal (10 nomerpun kayaknya ga nyampe), niat untuk hiburan sebentar, aku membuka aplikasi you cam di laptop, alhasil…jadilah aku berfoto foto ria, saking asyiknya jeprat jepret, aku melupakan apa tujuanku sebenarnya saat itu yaitu belajar.
Hahaha… ya begitulah
Thursday, December 22, 2011
sajak matahari
Tak ku sangka matahari
pijar menari riang bernyanyi
tertawa menembus sayup sayup gemericik hujan sore hari
tak tau rembulan yang cantik
bersinar cahaya hangat
memeluk seisi alam semesta
menerangi di saat gelap
berhenti menari matahari
pulanglah ke ufuk senja
kembali pada sinarmu yang dulu
Ni Wayan Diah Puspita Sari
Sunday, April 17, 2011
my sweet memory - masa SMA yang indah
Awalnya, aku merasa kurang yakin, merasa takut dan khawatir, berbalik pada masa SMP ku yang suram, aku bahkan berharap agar Masa Orientasi Siswa ( MOS ) di SMA baruku ditiadakan, ya begitu awal ketika pertama kali diterima menjadi salah satu murid SMA Negeri 3 Denpasar.
Hari pertama MOS, aku bertemu banyak teman, mereka semua baik dan ramah, kemudian berlanjut hingga seminggu, takkan terlupa, bagaimana kami, anggota kelompok buana bekerja keras agar dapat menjadi yang terbaik, kami latihan drama di lapangan puputan, tertawa dan dimarahi bersama, berjuang bersama, sungguh awal yang baik untuk masa SMAku, ketakutan dan kekhawatiran serasa sirna, tiba saat menjelang hari terakhir MOS, kelas dibagikan, aku mendapat kelas X3, agak sedikit kecewa, karena aku tidak bisa bersama teman – teman dekatku saat aku MOS,
Kelas X3, ya inilah kelas dimana masa – masa terindah itu datang, banyak sekali memori pada saat ini, dan ketika mengingatnya, aku bahkan bisa menitikkan air mata.
Kelas X3, dimana, aku bertemu dengan teman – teman terbaikku astri, sintya, nila dan gita, banyak hal yang kami lewati bersama, antara lain :
1. Buat tugas bhs.indonesia sampai jam 12 malam bareng astri dan Nila
2. Nonton PSR, Nonton Porjar J
3. Optimasi ekonomi sebulan, tiap pulang sekolah kita sering main basket ( aku, sintya ma gita )
4. Ikut obade di puputan
5. Jadi sie PSR sama – sama
6. Makan di bakso romo (aku, sintya, gita ma aprita)
7. Ngobrol di rumah sintya sampai berjam jam
8. Nyewa final destination trus nonton bareng bareng
9. Ikut lomba lomba, dan sangat menikmati suasana lomba
10. Latihan dance, musikalisasi puisi dan drama bareng
11. Suasana kelas X3 yang takkan terlupa
12. Ngefans sama kk kelas bareng bareng
13. Dan masih banyak lagi J
Tuhan, terimakasih, terimakasih karena telah memberiku teman – teman terbaik, terimakasih karna telah memberiku kesempatan untuk ikut dalam klub optimasi ekonomi, terimakasih karna telah memberiku sejuta pengalaman, terimakasih karna telah memberi banyak kebahagiaan,
Walau sekarang telah berbeda, walau jarang menghabiskan waktu bersama lagi, walau pikiranku mulai terpecah, tapi kalian tetap segalanya, teman – temanku J
Kelak, aku akan membahagiakan banyak orang, membagi kebahagiannku pada orang lain, ya aku akan berusaha, sekuat tenaga
Inilah masa SMAku, my best memory, my sweet memory :’)
Thursday, April 14, 2011
Cerpenku
nah, ini dia cerpen buatanku sendiri, baru belajar sih dan mungkin ga terlalu bagus ^^, dibaca yaa ^-^
Pelajaran Berharga untuk Mentari
Namaku mentari, aku hanya berasal dari keluarga sederhana. Maka dari itu, aku selalu berusaha untuk tidak terlalu merepotkan orang tuaku, akhirnya dengan kerja keras yang begitu panjang, aku dapat meraih beasiswa di sebuah sekolah terkenal di kotaku. Ini hari pertamaku sekolah, pertama kalinya aku bertemu teman – teman baru. Aku tidak kaget, barang mereka serba mewah, kulit mereka bersih, namun begitu sombong bagiku, mereka sepertinya tau jika aku tak sepadan dengan mereka. Bel istirahat pertama berbunyi, tapi, aku hanya diam di kelas, teman – teman meninggalkanku untuk belanja ke kantin, tapi aku tidak sendirian, ada seorang laki – laki yang asyik dengan laptopnya duduk di belakangku, sepertinya dia sedang serius, namun, tak kusangka ia menyapaku.“Ehhemmm, kok sendirian, ga laper tuh?” tanyanya dengan nada yang menurutku lucu, aku tersenyum, “Oh….aku udah makan tadi pagi, kamu juga, apa kamu ga laper?” balasku, “Laper sih, cuma males jalan ke kantin, oh ya, kita belum sempat kenalan kan?”, lalu ia menghampiriku dan menjulurkan tangannya.
“Aku Radit, kamu?”
“Aku Mentari.” Jawabku.
Bel berbunyi, teman – temanpun berbondong – bondong masuk kelas. Tak terasa sudah jam 2 siang, itu tandanya jam pelajaran telah usai, aku bergegas keluar, namun langkahku terhenti, ketika aku melihat seorang gadis menghampiri radit, aku tau dia pasti pacar radit, mereka terlihat sangat dekat, lebih dari kedekatan seorang teman, sepertinya aku tidak sanggup, lalu aku pergi ke parkiran dan segera mengambil motor bututku, diperjalanan, aku terus berfikir, kenapa aku bisa begitu cemburu, kenapa aku sedih melihat mereka berdua, jangan – jangan aku suka sama Radit, tapi aku takkan pernah pantas, dia orang kaya dan memang pantas dengan orang kaya, aduh… jangan sampai aku terlalu pusing memikirkan itu, aku harus tetap focus belajar untuk sekolahku.
“Tari…bangun sayang.” ibu menjerit, suaranya membuat aku langsung beranjak dan segera bersiap – siap, gara – gara kesiangan, aku bahkan tidak sempat sarapan, sesampainya di sekolah, ternyata masih sepi, aduh.. aku benar – benar bodoh,apalagi, aku tidak membawa bekal, entah harus bagaimana aku hari ini.
Namun, kejadian kemarin terulang lagi, waktu istirahat, hanya ada aku dan radit yang asyik dengan game di laptopnya, tapi, hari ini beda, perutku terasa sakit sekali, aku ingin meminjam uangnya radit, tapi, aku malu. Namun, tak kusangka radit menghampiriku, lalu melihat wajahku dengan ekspresi kebingungan, sangat dekat, hingga aku tak berani memandanginya, lalu aku menunduk, “ Kamu kok pucat, sakit ya?” tanyanya, aku mengangguk, lalu ia berlari keluar, tak beberapa ia kembali, “Nih….makan rotinya.” Ia mengulurkan roti sambil tersengal sengal. “Makasih, nanti aku kembaliin deh uangnya” jawabku. “Tari…..Tari ga usah kali, cuma dua ribu kok harganya, lagian aku ikhlas nolong kamu” ia berkata sambil tersenyum. Oh..Tuhan, Radit begitu perhatiannya sama teman.
Malam hari, ketika aku sudah ingin tidur, handphoneku berbunyi, tapi, di layarnya terpampang nomer telepon yang tak ku kenal. “Selamat malam.” sapaku. “Tari ya?” terdengar suara seseorang yang sepertinya tidak asing bagiku. “Iya, ini dengan siapa?” tanyaku, “Ini Radit, kamu besok ada acara ga?”. “Ga, ada apa?” sahutku, “Besok temenin aku ya, aku mau ke mall buat beliin adikku kado, besok dia ulang tahun, dan aku ga tau harus beliin apa.”, aku lalu terdiam seribu bahasa, perasaanku bahagia bercampur kaget.
Esok harinya, saat aku baru datang, kulihat teman – teman sekelas mengerumuni bangku milik pacarnya radit, lalu kudengar bisik – bisik teman sekelas, yang kudengar Citra dengan Radit sudah putus. Aku makin kaget ketika kudengar mereka putus tanpa sebab yang jelas. Kini berita putusnya radit dan citra telah menyebar luas, dan heboh di sekolahku, itu karena Radit dan Citra sudah menjalin hubungan sejak SMP, dan mereka sangat serasi, karena orangtua radit dan citra sama – sama pemegang saham terbesar di beberapa perusahaan, dan yang lebih aneh, radit kini digosipkan dengan Naraya Putri Pradipta, siswi kelas sebelah. Aduh…..aku benar – benar bingung, tapi, ya sudahlah.
Siangnya, aku menemani Radit ke salah satu mall elite di dekat sekolahku. Aku merasa sangat nyaman ada di dekatnya. Dia begitu baik dan perhatian padaku. Sebenarnya aku agak kege-eran, tapi, aku tampis perasaan itu jauh - jauh. Hari ini benar – benar indah, hingga malam pun aku tak bisa tidur memikirkan hal ini padahal besok aku ada ulangan matematika, aduuhhh……..gimana nih, radit benar – benar merusak konsentrasi belajarku.
Pagi itu, pak guru matematikaku yang galak sudah siap untuk memberi kelasku ulangan, walaupun kemarin aku tidak sungguh – sungguh belajar, namun untungnya, nilai ulanganku tetap bagus. Nasibku sedang baik kali ini, lebih baik lagi ketika Radit menghampiriku dan meminta agar aku mengajarkan ia tentang pelajaran matematika yang tadi. “Dimana dit?” tanyaku, “Di rumahku aja, gimana?” Balasnya, “Oke, tapi nanti kasih tau alamatnya ya.” Sembari ku tersenyum padanya, lalu ia mengacungkan kedua jempolnya.
Setelah minta ijin, akupun langsung berangkat ke rumah Radit, rumahnya benar – benar bagus. Sambil belajar, sesekali kita bercanda, tiba – tiba Radit nyeletuk, “Coba pacar aku sepinter kamu pasti aku seneng banget.”, aku terdiam, dengan malu – malu aku bertanya kepadanya “Emang pacar kamu siapa dit?” tanyaku. “Oh…kamu belum tau ya?, aku belum ceritain ke kamu?, pacar aku si Aya, Naraya Putri kamu pasti tau dia, iya kan?.”, aku hanya bisa mengangguk lemas. Dalam perjalanan pulang, aku terus berpikir, betapa bodohnya aku, aku berharap pada sesuatu yang tak pasti, ternyata Radit itu playboy berat, buktinya baru putus langsung jadian lagi. “cccckkk…”, akhirnya, aku tersadar juga dari segala mimpiku selama ini. Semoga saja ini jadi pelajaran berharga untukku, ya semoga…..
Tuesday, January 4, 2011
langkah kecil untuk bumi
fiuh, mungkin saat ini BEBERAPA individu mulai sadar akan keadaan bumi kita yang semakin parah, tapi ternyata masih banyak orang yang memang masih saja belum peduli terhadap issue Global Warming,
kita harusnya melakukan tindakan nyata, lalu sudahkah kita melakukan usaha penyelamatan bumi?
kita bisa memulainya dengan hal - hal kecil, seperti apa?
inilah hal - hal kecil yang sudah saya lakukan untuk menyelamatkan bumi hehe :
1. Ga usah minta plastik kresek jika cuma belanja sedikit
2. Jika sedang banyak uang, lebih baik beli pertamax, polusi yang ditimbulkan lebih sedikit :)
3. Hemat listrik
4. Di sekolah pilahlah sampah dengan benar, kan sudah tersedia tong sampah organik dan anorganik
5. naik sepeda jika lokasi yang kita tuju cukup dekat
yah, cuma segitu aja sih,
banyak hal yang bisa kita lakukan lagi, seperti :
1. kurangi makan daging
2. tanamlah pohon minimal di lingkungan sekitar
dll
SELAMATKAN BUMI! SEBELUM TERLAMBAT!
kita harusnya melakukan tindakan nyata, lalu sudahkah kita melakukan usaha penyelamatan bumi?
kita bisa memulainya dengan hal - hal kecil, seperti apa?
inilah hal - hal kecil yang sudah saya lakukan untuk menyelamatkan bumi hehe :
1. Ga usah minta plastik kresek jika cuma belanja sedikit
2. Jika sedang banyak uang, lebih baik beli pertamax, polusi yang ditimbulkan lebih sedikit :)
3. Hemat listrik
4. Di sekolah pilahlah sampah dengan benar, kan sudah tersedia tong sampah organik dan anorganik
5. naik sepeda jika lokasi yang kita tuju cukup dekat
yah, cuma segitu aja sih,
banyak hal yang bisa kita lakukan lagi, seperti :
1. kurangi makan daging
2. tanamlah pohon minimal di lingkungan sekitar
dll
SELAMATKAN BUMI! SEBELUM TERLAMBAT!

Tuesday, November 23, 2010
Si Gadis Kecil
Gadis itu…
Tubuhnya kecil, kulitnya kotor dan terlihat pucat
Menyusuri trotoar kota
Berjalan sembari melihat langit yang terlihat kelabu, tanda sang surya sedang bersembunyi di peraduannya
Gadis itu……
Bajunya lusuh..
Namun, senyumnya penuh harapan
Apa yang sedang ia pikirkan?
Setiap orang yang lewat melihat dengan penuh rasa heran
Siapa dia?
Darimana asalnya?
Debu kotor menutupi wajahnya yang cantik..
Matanya berbinar..
Ini adalah kisah dari seorang gadis yang tegar
Walau cobaan terus dating padanya..
Namun, ia tidak pernah menyerah dan tetap berusaha tersenyum pada Tuhan
Walau sulit kadang..
Di wajahnya tersirat harapan..
Tapi, terselimuti oleh kesedihannya..
Siapa yang ingin menolongnya?
Ia hanya seorang gadis kecil yang terusir dari kehidupan ini
Tak ada yang mengenal, bahkan peduli.
Ia jalani hidup sendirian ..
Ia tak bisa lakukan apapun..
Haruskah ia mengemis pada orang – orang yang lewat..
Haruskah ia habiskan air matanya?
Hidup ini..
Seperti air, biarkan saja mengalir.
Entah sampai mana nanti, namun tetaplah jaga air itu agar tetap bersih
by : dyaah, inspiration from my self
Subscribe to:
Posts (Atom)















