Pagi itu, 26 Juli 2017.
Aku merasa bersemangat.
Langkahku lebih cepat daripada biasanya
Aku menuruni jembatan bus penyeberangan dengan senyum mengembang di bibirku
Ada satu orang yang ingin kutemui,
Ia orang di balik senyumku kala itu
Bapak penjual tissue di trotoar.
Pagi itu, aku baru mendapatkan gaji
Sejak lama aku ingin membeli barang dagangan Bapak penjual tissue
Namun, akhir-akhir ini aku sedang sangat berhemat
Sehingga aku menunggu saat gaji tiba
Bapak itu paruh baya
Aku tidak tau mengapa, tetapi ia selalu menggunakan topi rajut berwarna abu-abu
Kulitya legam dipapar matahari
Setiap pagi ketika aku berangkat kerja,
Aku melihatnya duduk, sambil menjajakan tissue
Walau terkadang, ia digantikan oleh seorang pria yang masih muda, mungkin anaknya
Ku hampiri Bapak itu,
Ternyata tissuenya sangat murah
Lima ribu, dapat dua
Aku merasa sedikit menyesal, kenapa tidak kubeli dari dulu
Saat ku ajak mengobrol, bapak itu sering tertawa
Mungkin karena ia sudah tidak fasih lagi berbicara, sehingga terkadang aku tidak paham artinya
Lalu, kami sama-sama tertawa
Pagi itu,
Aku bahagia
Pernahkah kalian merasa bahagia hingga rasanya ingin menangis? iya, pagi itu aku merasa seperti itu.
*Bapak penjual tissue yang tidak aku ketahui namanya itu berjualan di depan Ratu Plaza, di dekat jembatan halte busway. Jika kalian bertemu, mungkin bisa membeli dagangannya yang murah
Friday, July 28, 2017
Thursday, July 20, 2017
Kelak
Kelak, aku ingin menyambut pagi dengan duduk di teras, di atas kursi rotan yang mungkin sedikit usang.
Membaca majalah favoritku, menyeruput teh yang masih hangat, mendengarkan riuh anak SD di gang-gang kecil yang dulu sering kulewati.
Kelak, sore pun ingin ku nikmati. Aku ingin menyiram halaman, hingga bau tanah seperti sehabis hujan. Aku ingin menanam bunga dan pepohonan. Memotong rumput hingga rapi.
Kelak, aku ingin melakukan apa yang kusukai, aku ingin menari, aku ingin pergi ke tempat, yang dijumpai musim gugur atau berjalan-jalan naik kereta.
Aku jatuh cinta pada hal-hal sederhana. Kelak, aku tidak menginginkan apapun, hanya bahagia.
Monday, May 8, 2017
Mengenang Pertemuan
Seandainya 9 tahun lalu, aku tidak pernah mengenalmu
Atau yang lebih sederhana, kau tidak muncul di depanku
Seandainya 9 tahun lalu, kau tidak mengagetkanku saat aku sibuk menulis
Lalu memandang matamu yang coklat kira-kira lima detik
Aku benci mengingat yang berlalu
Tapi kenangan itu telah menemukan rumah
Pada tempat yang paling rahasia
Bersembunyi selama bertahun-tahun
Atau mungkin akan selamanya
Aku ingin sepertimu
Membiarkan waktu membawamu
Pada tawa di tepi pantai, senja kemarin
Menikmati suara ombak,
Dengan orang yang kau cintai
Sesekali aku berdoa
Kepada Pemilik pertemuan
Aku ingin melihatmu
Walau hanya sekali
Sunday, February 5, 2017
Gadis yang Kau Coba Hapus dari Ingatan
Malam pernah menjadi sangat jahat
Ketika dia melihat seorang wanita dan pria mabuk dari teras rumahnya
Mereka tertawa dan tak pernah tau bahwa hati seseorang terluka
Bertahun tahun tak pernah sembuh
Pagi pun pernah menjadi sangat jahat
Ketika dia melihat seorang pria mengacungkan bogem
Di depan teras rumahnya
Kepada seseorang yang kau tak perlu tau itu siapa
Dia hanya seorang gadis kecil
Yang memendam rahasianya begitu dalam
Yang berjalan dengan kaki sendiri meski tertatih
Dia lah gadis yang ku coba hapus dari ingatan.
Subscribe to:
Posts (Atom)