Wednesday, May 29, 2019

Selamat Tinggal, Mei

Lagi - lagi aku kalah
Melawan diri sendiri
Mei,
Hari - harimu yang panjang
Kini akan berakhir

Harapan yang aku tanam,
Akan aku lepas

Aku menjadi diriku yang baru ke-sekian kali
Mei,
Dalam doaku, aku meminta agar aku meninggalkanmu dengan perasaan gembira

Terlepas itu terkabul atau tidak
Tolong jangan meninggalkan aku dengan banyak pertanyaan
Yang tak terjawab

Mei,
Hari ini langit di luar sedang mendung
Berjanjilah,
Semua akan baik-baik saja

Selamat tinggal, Mei

Monday, May 27, 2019

Jeda

Ada kalanya benda mati lebih bisa diajak berbicara daripada mahkluk hidup
Manusia terkadang egois
Termasuk aku atau kamu
Aku tidak pernah meminta kelam datang
Pun, aku tidak pernah mengijinkan hal - hal buruk masuk ke pikiranku
Hanya saja mereka memang tidak pernah meminta ijin

Apabila di dunia ini hanya ada senang, maka hidup tidak dapat dikatakan sebuah seni
Baik dan buruk
Sedih dan senang
Datang berdampingan
Bagiku, baik tidak selalu baik dan buruk tidak selalu buruk
Bagiku, setiap kejadian dapat menjadi sarana bagi Tuhan untuk menyampaikan pesan

Tapi pada akhirnya aku tetaplah manusia biasa
Yang terkadang tidak mampu melawan emosi
Mengikuti arah amarah

Maka mengertilah,
Mungkin saat ini aku hanya sedang butuh jeda

Tuesday, October 30, 2018

Mimpi Buruk

Aku ingin tertidur lelap seperti malam-malam yang biasa aku lalui
Tanpa menebak nebak perihal kamu sedang apa 

Namun aku bermimpi buruk
Tentang kehilangan

Di mimpi itu, kamu adalah orang lain
Bukan pria baik yang selama ini aku kenal

Di mimpi itu, kamu tidak pernah menatap mataku
Wajahmu berpaling ke arah depan

Di mimpi itu, hatimu sudah hilang
Entah pergi kemana

Setiap malam aku terjaga
Seperti tak ingin mimpi buruk datang lagi

Tapi setiap pagi aku tersadar
Ini bukan mimpi buruk, tapi kenyataan

Tuesday, July 31, 2018

Aku Sedang Ingin Berterima Kasih

Detik ini, aku sedang tidak mau berfikir
Tentang masa lalu
Masa sekarang, atau
Masa depan
Kehidupan itu selalu rumit
Di sisi lain, penuh kejutan

Seringkali batas senang dan sedih begitu tipis
Hingga perasaan menjadi sulit didefinisikan
Pernah kulihat kota seperti mati
Jiwa begitu kering, hanya basah oleh air mata

Pernah juga kurasakan angin begitu damai
Bahagia seakan tidak mau pergi

Maka aku bisa mengambil kesimpulan
Bahwa hidup bukan sebuah permainan tebak-tebakan
Tidak pernah ada yang kekal
Yang abadi hanya perubahan

Dan, Tuhan..detik ini aku sedang tidak mau berfikir
Termasuk tentang perasaan macam apa ini
Aku hanya sedang ingin berterima kasih