Saturday, June 22, 2019

Pukul satu pagi

Aku sedang bersiap siap tidur
Ini sudah pukul satu pagi
Aku sudah selesai berdoa
Sudah pula gosok gigi dan cuci muka
Sesekali teringat tentang kamu
Aku berfikir aku telah berhasil
Melupakan tentang kamu

Terima kasih, kamu
Atas tawa dan senyumku
Ketika senja itu, aku bahagia
Mungkin takdirku bukan denganmu
Tapi, aku tetap bersyukur

Semoga hidupmu lebih baik, semoga aku juga
Ada yang ingin aku katakan 
Sayangnya, kamu menutup pintumu rapat-rapat
Namun, kamu harus tau;
“Kamu penuh dengan ide cemerlang, potensi dan semangat juang. Aku ingin menjadi bagian dari perjuangan itu. Aku percaya dengan usahamu. Kelak, Tuhan akan membalas segala pengorbananmu. Jangan bersedih lagi”

Sunday, June 16, 2019

Awal Juni; Merangkai Kembali Aku dan Tentang Rindu

Setahun belakangan ini hidupku seperti roller coaster 
Ada masa ketika aku sangat bahagia, tapi kemudian terjatuh sangat dalam
Saat terjatuh, aku bukan hanya kehilangan orang lain tapi juga diri sendiri
Berulang kali aku meyakini diri sendiri, bahwa Semesta tidak tidur
Namun berulang kali pula aku goyah

Iya, goyah. Ada beberapa hal di luar kendaliku seperti rindu
Atau ketika rasanya aku telah melakukan yang terbaik tapi ternyata itu tidak cukup
Aku tidak ingin kehilangan diri sendiri lagi dan tidak ingin rinduku membuat aku hilang akal

Yang patah akan tumbuh lagi
Yang hilang akan berganti lagi
Kini, aku sedang merangkai kembali aku yang dahulu
Semua akan terlewati
Semua akan baik - baik saja. Iya kan? 


Wednesday, May 29, 2019

Selamat Tinggal, Mei

Lagi - lagi aku kalah
Melawan diri sendiri
Mei,
Hari - harimu yang panjang
Kini akan berakhir

Harapan yang aku tanam,
Akan aku lepas

Aku menjadi diriku yang baru ke-sekian kali
Mei,
Dalam doaku, aku meminta agar aku meninggalkanmu dengan perasaan gembira

Terlepas itu terkabul atau tidak
Tolong jangan meninggalkan aku dengan banyak pertanyaan
Yang tak terjawab

Mei,
Hari ini langit di luar sedang mendung
Berjanjilah,
Semua akan baik-baik saja

Selamat tinggal, Mei

Monday, May 27, 2019

Jeda

Ada kalanya benda mati lebih bisa diajak berbicara daripada mahkluk hidup
Manusia terkadang egois
Termasuk aku atau kamu
Aku tidak pernah meminta kelam datang
Pun, aku tidak pernah mengijinkan hal - hal buruk masuk ke pikiranku
Hanya saja mereka memang tidak pernah meminta ijin

Apabila di dunia ini hanya ada senang, maka hidup tidak dapat dikatakan sebuah seni
Baik dan buruk
Sedih dan senang
Datang berdampingan
Bagiku, baik tidak selalu baik dan buruk tidak selalu buruk
Bagiku, setiap kejadian dapat menjadi sarana bagi Tuhan untuk menyampaikan pesan

Tapi pada akhirnya aku tetaplah manusia biasa
Yang terkadang tidak mampu melawan emosi
Mengikuti arah amarah

Maka mengertilah,
Mungkin saat ini aku hanya sedang butuh jeda