Wednesday, June 25, 2014

Catatan Akhir Semester 4

Hari ini, hari UAS terakhir, jadi kusempatkan untuk menulis sesuatu tentang semester ini.
Seperti biasa, setiap semester selalu meninggalkan bekas yang berbeda.
Semester 4, tidak jauh berbeda dengan semester sebelumnya.
Namun, ada beberapa hal yang khas dari semester ini,
  • Pulang pagi
Ini terjadi pada masa - masa mengedit tulisan di persma. Jalanan jam 3 pagi di Jogjakarta masih ramai akan kendaraan, bahkan penari cilik di lampu lalu lintas perempatan masih sibuk mengais rejeki. Pulang pagi mungkin bukan merupakan sesuatu yang terdengar "wah" bagi mahasiswa. Sesuatu yang wajar - wajar saja di masa transisi sekolah dan dunia kerja. Terkadang, sebelum masuk ke dunia kerja, kita harus belajar untuk merasakan seperti apa lembur

  • Break minum kopi sebelum audit 
Kebiasaan ini mungkin akan menjadi saat - saat yang dirindukan setelah semester ini berakhir. Audit diadakan hari selasa dan setiap hari selasa, aku harus belajar 9 sks. Audit adalah mata kuliah terakhir di hari selasa. Dengan suasana kelas yang tidak mampu membuat orang menahan kantuknya, setiap sebelum audit, aku dan temanku pasti pergi ke perpustakaan untuk minum kopi bersama temanku, Waroah. Kebiasaan ini menjadi semacam sesuatu yang rutin

  • Break baca majalah saat jeda kuliah
Kegiatan ini aku lakukan di perpustakaan juga. Ya, semester 4 adalah semester dimana aku menghabiskan waktuku sebagian besar di perpustakaan pusat UGM tapi bukan untuk belajar. Hanya senang jika berada di sana. Biasanya, saat jeda kuliah, aku pergi ke ruang jurnal yang menyediakan terbitan berkala (majalah). 


  • Makan dengan Waroah sehabis ASP
Kelas ASP (akuntansi sektor publik) biasanya baru selesai jam 7 malam. Setelah pulang dengan berjalan kaki, aku dan Waro biasanya makan di angkringan dekat kos, namanya "Lesehan Senja". Ini juga jadi kebiasaan rutin.


  • Makan di Foodcourt UGM bersama Irma
Setiap hari rabu dan jumat siang, biasanya aku berada di foodcourt bersama Irma. Kita makan siang setelah kelas AKM dan Agama. Menu favorit kita adalah Es Pisang Ijo hihi. Biasanya, perbincangan kita berdua diisi dengan gelak tawa. Ah, aku selalu berharap tidak ada yang mengenalku disana saat aku tertawa terbahak - bahak hahaha


  • Sakit menjelang UAS
Aku terkena cacar pada saat menjelang UAS, saat minggu tenang. Sebuah peringatan dan pelajaran yang berharga. Masih bersyukur bisa sembuh tepat waktu. Sakit di perantauan gak enaknya dua kali lipat. Saat demam tengah malam, tidak ada ibu yang biasanya megompres demam, makan beli sendiri (hiks). Ujian akhir semester hari pertama saat itu bahkan aku nekat ikut, padahal belum siap. Makanya jangan lupa jaga kesehatan ya

Baiklah, sekian curhatan dari seseorang yang membiarkan setiap memorinya tersimpan di kepala haha. Intinya, hal - hal yang sederhana seperti di atas, terkadang melekat dan susah dilupakan. Selamat bertemu di tulisan berikutnya, guys :))

Saturday, May 17, 2014

My Dream Holiday Destinations

Kebun Teh

Ada beberapa film Indonesia yang menjadikan kebun teh sebagai latarnya, sebut saja Petualangan Sherina dan Heart. Kebun teh bukan sekedar kumpulan daun - daun teh yang berjajar rapi. Hal yang juga menarik adalah pekerja - pekerja teh yang sedang memetik daun teh dan kabut yang biasanya menghiasi tempat ini. Sejak lama aku ingin ke kebun teh. Rasanya tenang sekali jika berada di sana.

Kebun Bunga Matahari

Kalau pernah nonton serial Hamtaro dari jepang pasti menyadari bahwa kebun bunga matahari yang digambarkan disana benar - benar sebuah tempat impian. Damai dan indah. Kita bisa duduk di bawah pohon besar yang ada di atas bukit dan memandang hamparan kemilau bunga matahari yang sayup - sayup ditiup angin sambil memandang langit biru. Aaaaaaah bahagianya. 

Pegunungan Es di New Zealand

New Zealand adalah tempat yang hampir sempurna menurutku, masih alami, sungainya jernih, banyak pepohonan dan diberikan anugerah pegunungan es yang indah. Pemandangannya bak lukisan. Akan sangat menyenangkan bisa berada di New Zealand. Menghirup udara segar yang belum terkontaminasi polusi.

Desa Edensor di Russia

Salahkan Andrea Hirata karena berkat novelnya yang berjudul Edensor, aku ingin sekali pergi ke Rusia. Penggambarannya tentang Rusia yang benar - benar menarik hati yang membaca. Deretan pepohonan yang daunnya masih diselimuti salju, rumah - rumah letaknya tidak terlalu berdekatan dan bau pohon-pohon mint yang harum.
 Jalanan di Amerika

Ini sepertinya karena aku sudah bosan melihat jalan - jalan di Indonesia yang penuh sesak kendaraan dan samping kiri - kanannya pertokoan. Walaupun, jalan - jalan di Amerika katanya berbahaya, tapi suatu saat aku ingin merasakan berkendara di sana. Melihat pemandangan peternakan di kiri - kanannya, jalanannya sepi dan di depan, kita dapat melihat langit dengan jelas.Mungkin di Indonesia masih ada jalanan yang seperti ini di desa-desa, tapi kemungkinan besar jalannya tidak menggunakan aspal yang bagus sehingga  rusak dan berlubang.

Pic source : google.com

Thursday, May 15, 2014

Favorite Flowers





      Wanita menyukai bunga. Entahlah, mungkin sudah ditakdirkan ya. Namun, beberapa bunga memang terlihat indah dan menarik bagi yang melihatnya and these are a few of my favourite flowers....

DAISY

Daisy berati kepolosan, kemurnian, kesucian dan kelembutan. Daisy sederhana tapi cantik. Bunga ini asalnya dari eropa tengah. Aku pernah melihatnya sekali, hmm sepertinya di dekat danau beratan Tabanan. Daisy banyak jenisnya tapi yang paling kusuka ya yang kelopaknya berwana putih dengan kuntum berwarna kuning. 

Baby's Breath

Ini nama Indonesianya apa ya? hehe. Pertama kali melihat bunga ini di Love Rain. Bunganya klasik. Sekilas seperti bunga yang digunakan bucket oleh pengantin wanita di pernikahnnya. Memang iya kok. Bunga ini melambangkan cinta yang abadi, kesucian, kebahagiaan dan kepolosan. Mungkin karena kedalaman maknanya, banyak yang memakai sebagai pengiring pernikahan. Selain karena kecantikan bunganya..

Sunflower
Warna kuning adalah warna favoritku karena sama dengan warna matahari. Cerah, ceria, cemerlang. Begitupun dengan bunga matahari. Ingiiin sekali berkunjung ke kebun bunga matahari. Hanya melihatnya lewat gambar saja sudah merasa bahagia, hehe :p

Pic source : google.com

Monday, May 5, 2014

Sepatu Kerja Bapak




Sejak dulu, aku ingin seperti bapak. Bekerja keras, tetapi tak pernah mengeluh sedikitpun.
Bapak orang yang sederhana. Sepatu kerjanya sudah usang, mungkin usianya sudah puluhan tahun
Aku selalu terkenang. Waktu kecil, ketika bapak bekerja, aku selalu menunggunya pulang
Jika sepatu kerja berwarna hitam kesayangannya sudah di rak sepatu berbaris rapi, artinya bapak sudah di rumah
Bapak selalu awet dalam memakai barang – barangnya termasuk sepatu itu.
Bapak jarang sekali membeli baju dan sepatu
Baginya, kebutuhan anaknya adalah yang utama
Aku ingin membelikan sepatu yang baru, ingin sekali
Dulu, sewaktu sekolah dasar, guruku memberi tugas untuk membuat puisi
Kau tebak, Apa judul puisi pertamaku?
Judulnya “ayah”
Bagiku, bapak adalah inspirator terhebat di dunia