Friday, September 19, 2014

Stay Strong

"Being strong is to love someone in silence, to radiate happiness when we are unhappy, to forgive someone who does not deserve forgiveness, to stay calm in moments of despair, to show joy when we do not feel it, to smile when we want to cry, to make someone happy when our own heart is broken, to be silent when we feel like screaming our anguish, to comfort when we need to be comforted, and to have faith when we no longer believe."
 
-unknown-

Review Film - SUNNY

Hai, semua
Sudah lama tidak menulis disini
Ah rindu sekali. Maafkan aku yang banyak tugas
Mumpung lagi bosan sekali nugas, mari kita mengisi halaman - halaman blog ini lagi. yey!

Baiklah, sekarang aku akan mereview film korea favorit sepanjang masa. SUNNY



SUNNY pada dasarnya bercerita mengenai persahabatan 7 orang gadis SMA di Seoul pada tahun 70-an. Alur film ini memakai alur campuran, maju dan mundur. Namun, bagi kalian yang tidak suka jenis alur seperti ini, jangan khawatir. Alurnya cukup mudah dicerna dan menurutku menjadi salah satu hal yang mempercantik film ini.

Awal kisah ini dimulai dari Na mi yang diceritakan sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang sibuk dan mempunyai seorang anak perempuan. Suatu ketika saat menjenguk salah satu keluarganya di rumah sakit, ia dipertemukan kembali dengan Chun Wa yang ternyata mengidap kanker paru - paru. Pertemuan dengan sahabat lamanya tersebut kembali mengikis memori Na mi ketika ia masih menjadi murid SMA. Ketika itu, ia adalah murid pindahan. Sebagai murid pindahan, ia disambut hangat oleh Chun wa yang ketika itu telah memiliki geng yang beranggotakan Chun wa sebagai ketua, Geum ok, Jang mi, Su jin, Jin he dan Bok hee.

Na mi diangkat sebagai anggota baru kelompok tersebut dan mereka sama - sama menamakan diri dengan nama SUNNY. Sisi humor pada film ini disuguhkan pada adegan perkelahian antara geng - geng perempuan antar sekolah. Kehidupan SMA para perempuan ini dihiasi dengan perkelahian, sikap iri hati hingga kecemburuan. Kisah Na mi juga dilengkapi dengan romansa dengan tokoh laki - laki, teman kakak Jang mi.

Mendekati akhir cerita, konflik dalam film semakin berkembang. Hingga akhirnya mereka harus terpisah hingga saat Na mi bertemu dengan Chun wa di rumah sakit. Chun wa yang sedang sakit keras ingin kembali melihat sahabat - sahabat lamanya. Proses pencarian anggota SUNNY yang lain pun dimulai. Beberapa dari anggota SUNNY mengalami perubahan yang akan menjadi kejutan bagi para penonton.

Sampai di akhir, kalian akan merasakan betapa indah sebuah persahabatan. Betapa waktu yang berputar dan tidak dapat terulang terasa begitu berharga
Film ini berisi ide cerita yang menarik dan mampu menguras emosi penontonnya. Dari pengalamanku, tidak ada satu adegan pun yang terasa membosankan. Overall, this is a very recommended film!

Pic source: google.com


Wednesday, June 25, 2014

Catatan Akhir Semester 4

Hari ini, hari UAS terakhir, jadi kusempatkan untuk menulis sesuatu tentang semester ini.
Seperti biasa, setiap semester selalu meninggalkan bekas yang berbeda.
Semester 4, tidak jauh berbeda dengan semester sebelumnya.
Namun, ada beberapa hal yang khas dari semester ini,
  • Pulang pagi
Ini terjadi pada masa - masa mengedit tulisan di persma. Jalanan jam 3 pagi di Jogjakarta masih ramai akan kendaraan, bahkan penari cilik di lampu lalu lintas perempatan masih sibuk mengais rejeki. Pulang pagi mungkin bukan merupakan sesuatu yang terdengar "wah" bagi mahasiswa. Sesuatu yang wajar - wajar saja di masa transisi sekolah dan dunia kerja. Terkadang, sebelum masuk ke dunia kerja, kita harus belajar untuk merasakan seperti apa lembur

  • Break minum kopi sebelum audit 
Kebiasaan ini mungkin akan menjadi saat - saat yang dirindukan setelah semester ini berakhir. Audit diadakan hari selasa dan setiap hari selasa, aku harus belajar 9 sks. Audit adalah mata kuliah terakhir di hari selasa. Dengan suasana kelas yang tidak mampu membuat orang menahan kantuknya, setiap sebelum audit, aku dan temanku pasti pergi ke perpustakaan untuk minum kopi bersama temanku, Waroah. Kebiasaan ini menjadi semacam sesuatu yang rutin

  • Break baca majalah saat jeda kuliah
Kegiatan ini aku lakukan di perpustakaan juga. Ya, semester 4 adalah semester dimana aku menghabiskan waktuku sebagian besar di perpustakaan pusat UGM tapi bukan untuk belajar. Hanya senang jika berada di sana. Biasanya, saat jeda kuliah, aku pergi ke ruang jurnal yang menyediakan terbitan berkala (majalah). 


  • Makan dengan Waroah sehabis ASP
Kelas ASP (akuntansi sektor publik) biasanya baru selesai jam 7 malam. Setelah pulang dengan berjalan kaki, aku dan Waro biasanya makan di angkringan dekat kos, namanya "Lesehan Senja". Ini juga jadi kebiasaan rutin.


  • Makan di Foodcourt UGM bersama Irma
Setiap hari rabu dan jumat siang, biasanya aku berada di foodcourt bersama Irma. Kita makan siang setelah kelas AKM dan Agama. Menu favorit kita adalah Es Pisang Ijo hihi. Biasanya, perbincangan kita berdua diisi dengan gelak tawa. Ah, aku selalu berharap tidak ada yang mengenalku disana saat aku tertawa terbahak - bahak hahaha


  • Sakit menjelang UAS
Aku terkena cacar pada saat menjelang UAS, saat minggu tenang. Sebuah peringatan dan pelajaran yang berharga. Masih bersyukur bisa sembuh tepat waktu. Sakit di perantauan gak enaknya dua kali lipat. Saat demam tengah malam, tidak ada ibu yang biasanya megompres demam, makan beli sendiri (hiks). Ujian akhir semester hari pertama saat itu bahkan aku nekat ikut, padahal belum siap. Makanya jangan lupa jaga kesehatan ya

Baiklah, sekian curhatan dari seseorang yang membiarkan setiap memorinya tersimpan di kepala haha. Intinya, hal - hal yang sederhana seperti di atas, terkadang melekat dan susah dilupakan. Selamat bertemu di tulisan berikutnya, guys :))

Saturday, May 17, 2014

My Dream Holiday Destinations

Kebun Teh

Ada beberapa film Indonesia yang menjadikan kebun teh sebagai latarnya, sebut saja Petualangan Sherina dan Heart. Kebun teh bukan sekedar kumpulan daun - daun teh yang berjajar rapi. Hal yang juga menarik adalah pekerja - pekerja teh yang sedang memetik daun teh dan kabut yang biasanya menghiasi tempat ini. Sejak lama aku ingin ke kebun teh. Rasanya tenang sekali jika berada di sana.

Kebun Bunga Matahari

Kalau pernah nonton serial Hamtaro dari jepang pasti menyadari bahwa kebun bunga matahari yang digambarkan disana benar - benar sebuah tempat impian. Damai dan indah. Kita bisa duduk di bawah pohon besar yang ada di atas bukit dan memandang hamparan kemilau bunga matahari yang sayup - sayup ditiup angin sambil memandang langit biru. Aaaaaaah bahagianya. 

Pegunungan Es di New Zealand

New Zealand adalah tempat yang hampir sempurna menurutku, masih alami, sungainya jernih, banyak pepohonan dan diberikan anugerah pegunungan es yang indah. Pemandangannya bak lukisan. Akan sangat menyenangkan bisa berada di New Zealand. Menghirup udara segar yang belum terkontaminasi polusi.

Desa Edensor di Russia

Salahkan Andrea Hirata karena berkat novelnya yang berjudul Edensor, aku ingin sekali pergi ke Rusia. Penggambarannya tentang Rusia yang benar - benar menarik hati yang membaca. Deretan pepohonan yang daunnya masih diselimuti salju, rumah - rumah letaknya tidak terlalu berdekatan dan bau pohon-pohon mint yang harum.
 Jalanan di Amerika

Ini sepertinya karena aku sudah bosan melihat jalan - jalan di Indonesia yang penuh sesak kendaraan dan samping kiri - kanannya pertokoan. Walaupun, jalan - jalan di Amerika katanya berbahaya, tapi suatu saat aku ingin merasakan berkendara di sana. Melihat pemandangan peternakan di kiri - kanannya, jalanannya sepi dan di depan, kita dapat melihat langit dengan jelas.Mungkin di Indonesia masih ada jalanan yang seperti ini di desa-desa, tapi kemungkinan besar jalannya tidak menggunakan aspal yang bagus sehingga  rusak dan berlubang.

Pic source : google.com